Wirausaha Bukanlah Pilihan

Menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur) sering kali hanyalah sebuah ‘pelarian’ dari kegagalan memperoleh pekerjaan melalui jalur formal. Stigma ini menjadi semakin kuat karena banyak wirausahawan (yang sukses sekalipun), pada awalnya tidak pernah memiliki cita-cita menjadi seorang pengusaha. Orientasi lulusan perguruan tinggi (PT) di Indonesia memang sebagian besar adalah bekerja (pada orang/perusahaan), sehingga tidak mengherankan setiap diadakan penerimaan pegawai ataupun job fair selalu penuh sesak dipenuhi oleh para lulusan PT.

Keterbatasan lapangan kerja baru di Indonesia, sedikit banyak disebabkan oleh keadaan perekonomian Indonesia yang belum pulih setelah badai krisis di tahun 1998. Banyak perusahaan atau pabrik yang menghentikan atau menutup usahanya pada tahun 1998-an, belum memulai kembali kegiatannya karena masih menyelesaikan hutang ataupun kewajiban terhadap pihak lain. Disamping itu serbuan barang-barang impor dari China dengan harga sangat murah dan mutu yang beragam, menyebabkan pemilik perusahaan atau pabrik memilih untuk putar haluan menjadi ‘reseller’ barang-barang impor dari China tersebut dibandingkan dengan memproduksinya.

Menurut data Business Development Center, setiap tahun jumlah fresh graduate di seluruh Indonesia adalah 2.784.000 dari 2.784 PT, padahal lapangan kerja baru yang tersedia hanya sekitar 75.000 setiap tahunnya. Sehingga bagi lulusan PT lainnya yang tidak terserap, sebagian memilih untuk menganggur atau melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, sebagian memilih mencoba keperuntungan dengan menjadi wirausahawan. Hanya sebagian kecil saja dari lulusan PT yang langsung memutuskan untuk berwirausaha saat lulus. Kesan inilah yang menonjol dan terlihat di masyarakat, sehingga kemudian menjadi stigma bahwa lulusan PT yang memutuskan berwirausaha adalah orang-orang yang ‘tersingkir’.

Lepas dari stigma tersebut, sesungguhnya menjadi menjadi seorang wirausahawan bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan secara iseng. Menjadi seorang wirausahawan berarti memadukan perwatakan pribadi, keuangan dan sumber-sumberdaya di dalam lingkungannya. Wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumberdaya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses, termasuk di dalamnya mengambil risiko dan bagaimana menghasilkan kombinasi baru dengan cara memperkenalkan produk-produk atau proses-proses atau mengantisipasi pasar atau mengkreasikan tipe organisasi baru.

Dampak yang dihasilkan dari kegiatan wirausaha antara lain adalah dapat memindahkan sumber daya ekonomi dari wilayah yang kurang produktif ke wilayah yang lebih produktif untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar, dan semakin besar (Winarso Drajad Widodo, 2005). Oleh karena itu Pemerintah saat ini lebih mendorong masyarakat untuk menjadi wirausahawan di berbagai bidang, baik berupa usaha kecil menengah (UKM) ataupun mikro. Bahkan untuk menunjukan keseriusannya Pemerintah membentuk kementerian yang mengurusi UKM, melalui Keputusan Presiden RI No.58 Tahun 1993.

Pos ini dipublikasikan di Entrepreneurship. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s