Tender: Bukan Untuk Memilih ‘Kucing Dalam Karung’

Tender atau pelelangan pekerjaan (bidding), adalah salah satu sistim pengadaan barang atau jasa. Dalam kaitannya dengan jasa konstruksi, pelelangan pekerjaan umumnya dilakukan untuk menyeleksi pelaksana jasa konstruksi yang dilakukan oleh pemilik proyek (owner), untuk memperoleh pelaksana jasa konstruksi yang mampu melaksanakan pekerjaan sesuai persyaratan yang telah ditentukan dengan harga yang dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi mutu maupun waktu pelaksanaannya. Tender pekerjaan jasa konstruksi secara umum dapat dibagi menjadi 2 (dua) berdasarkan kepemilikannya, yaitu proyek yang dimiliki oleh Pemerintah, dan proyek yang dimiliki oleh swasta.

Tender Proyek Pemerintah
Tender proyek milik Pemerintah, harus mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) No.18 Tahun 2000 mengenai Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Bahan/Jasa Instasi Pemerintah, yang secara umum dapat dilakukan melalui 3 (tiga) cara, yaitu: Pelelangan umum, Pemilihan langsung dan Penunjukan Langsung.
Pelelangan umum yang dimaksud dalam Keppres No.18 Tahun 2000 adalah serangkaian kegiatan untuk menyediakan kebutuhan barang/jasa dengan cara menciptakan persaingan yang sehat di antara penyedia barang/jasa yang setara dan memenuhi syarat, berdasarkan metode dan tata cara tertentu yang telah ditetapkan dan diikuti oleh pihak-pihakyang terkait secara taat asas sehingga terpilih penyedia barang/jasa terbaik.
Pemilihan langsung dan penunjukan langsung, dapat dilakukan apabila pelelangan umum sulit dilaksanakan, seperti target waktu yang singkat ataupun spesifikasi barang atau jasa yang hanya dapat dipenuhi oleh sedikit pemasok.
Sumber pendanaan ada kalanya mempengaruhi cara tender yang dipilih, misal untuk proyek-proyek yang didanai oleh pinjaman luar negeri umumnya harus dilakukan International Competitive Biding (ICB) dan harus melibatkan kontraktor internasional, atau walaupun pendanaan oleh pinjaman luar negeri, namun pesertanya dibatasi hanya kontraktor dalam negeri, atau yang dikenal sebagai Local Competitive Bidding (LCB). Adapun proyek-proyek yang didanai oleh APBN, APBD atau instansi BUMN, biasanya mengacu pada Keppres No.18 Tahun 2000 tersebut.

Tender Proyek Swasta
Ketentuan mengenai tender proyek milik swasta biasanya diatur sendiri oleh masing-masing pemilik, meskipun demikian, ketentuan tersebut tetap mengacu pada standar kontrak tertentu seperti Federation Internationale Des Ingenieurs Conseils (FIDIC), Joint Contract Tribunal (JCT) dari RIBA atau Article & Conditions of Building Contract (ACBC) dari Singapore/Hong Kong Institute of Architech.
Ada kalanya pemilik (owner) mengundang terlebih dahulu beberapa calon kontraktor untuk melakukan presentasi mengenai kemampuan dan juga portfolio dari masing-masing kontraktor sebelum diundang untuk mengikuti tender. Tahap ini sering disebut sebagai tahap pra-kualifikasi.
Berdasarkan cara pembukaan dokumen penawaran yang diajukan oleh peserta, tender dapat dibagi menjadi 2 (dua), yaitu tender terbuka, dimana pembukaan dan bembacaan dokumen penawaran dari peserta tender dilakukan di depan seluruh peserta, sehingga masing-masing mengetahui harga penawaran pesaingnya. Sedangkan tender tertutup, adalah kebalikannya.
Kejujuran, fairness, kehati-hatian dan kesetaraan (apple to apple) adalah prinsip yang harus dipegang dalam penyelenggaraan lelang.

(Sumber: Buku Referensi Untuk Kontraktor – PT PP (Persero))

Pos ini dipublikasikan di Konstruksi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s